Memahami Teknologi di Balik Rekomendasi
Sistem ini menggunakan Collaborative Filtering, metode yang menganalisis kesamaan perilaku pengguna sehingga rekomendasi terasa lebih personal dan relevan.
Digital Word-of-Mouth yang Dipersonalisasi
Sistem menemukan pengguna dengan pola preferensi serupa lalu merekomendasikan produk yang mereka sukai.
- ✓ Rekomendasi terasa lebih personal.
- ★ Menemukan produk baru yang relevan.
Proses di Balik Rekomendasi
Tiga langkah utama dalam Collaborative Filtering.
1. Mengumpulkan Data
Interaksi pengguna: klik, lihat, beli, rating.
2. Mencari Pola
Menganalisis kemiripan antar pengguna atau antar produk.
3. Menyajikan Rekomendasi
Item paling relevan muncul di halaman rekomendasi.
User-Based
Fokus pada kesamaan antar pengguna. Jika Anda dan Pengguna X sama-sama suka produk A & B, maka produk C yang disukai Pengguna X akan direkomendasikan kepada Anda.
Item-Based
Fokus pada kesamaan antar produk. Jika pengguna yang membeli Kopi juga sering membeli Gula, maka saat Anda membeli Kopi, Gula akan direkomendasikan.
Kelebihan Metode Ini
-
Menemukan Hal Baru (Serendipity)
Bisa merekomendasikan produk tak terduga yang ternyata Anda sukai.
-
Tidak Perlu Analisis Konten
Tidak peduli produknya apa, yang penting adalah data interaksi pengguna.
-
Makin Cerdas Seiring Waktu
Semakin banyak data interaksi, semakin akurat rekomendasinya.
Tantangan yang Dihadapi
-
Cold Start Problem
Sulit memberi rekomendasi pada pengguna baru atau untuk produk baru.
-
Data Sparsity (Kekosongan Data)
Banyaknya produk membuat matriks interaksi menjadi sangat kosong.
-
Skalabilitas
Membutuhkan sumber daya komputasi yang besar jika data sangat banyak.